Semua Berita

Keterbukaan Kode: Sudut Pandang Berbeda dalam Menjaga Keamanan

Jika Anda tertarik pada teknologi informasi, khususnya keamanan komputer, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah "kode sumber terbuka", "Open Source", dan "perangkat lunak terbuka". Bagi banyak orang, program dengan kode sumber terbuka dianggap sebagai standar keamanan, sementara di kalangan ahli IT, pengembangan dan penggunaannya dipandang sebagai bagian dari etika profesional yang baik. Hal ini bukan hanya karena sifatnya yang gratis atau penyebarannya yang bebas (yang sebenarnya tidak selalu demikian). Sering kali, keterbukaan kode disamakan begitu saja dengan keamanan sistem. Namun, di balik slogan-slogan populer tentang "perangkat lunak bebas", esensi teknis dari masalah ini sering kali terlupakan. Mengapa akses terbuka ke kode sumber dianggap sangat krusial bagi perlindungan sistem? Apakah "keterbukaan" secara otomatis menjamin keamanan, atau itu hanyalah salah satu instrumen di tangan pengembang? Dalam edisi kali ini, kita akan menelaah lebih dalam cara kerja perangkat lunak untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada level instruksi mesin dan di mana keamanan itu benar-benar tercipta.

Partner Day Doctor Web di Jakarta: Membuka Peluang Baru dalam Kerja Sama Keamanan Siber

Doctor Web, perusahaan keamanan siber asal Rusia yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2024, sukses menyelenggarakan acara Partner Day di Jakarta. Acara ini mempertemukan mitra yang sudah ada maupun calon mitra untuk membahas pengembangan kerja sama dan prospek pasar keamanan siber.

Doctor Web: ringkasan aktivitas virus untuk perangkat mobile pada triwulan pertama tahun 2026

Berdasarkan data statistik deteksi Dr.Web Security Space untuk perangkat mobile, pada triwulan pertama tahun 2026 aktivitas malware Android.MobiDash dan Android.HiddenAds yang menayangkan iklan yang mengganggu terus menurun, dengan jumlah deteksinya pada perangkat yang dilindungi menurun masing-masing 32,70% dan 7,09% dibandingkan triwulan ke-4 tahun sebelumnya. Kedua malware ini kalah sama trojan perbankan dari kelompok Android.Banker yang aktivitasnya meningkat lebih dari 2,5 kali lipat selama tiga bulan terakhir sehingga menjadi ancaman Android yang paling sering ditemukan. Aplikasi berbahaya ini mencegat pesan SMS yang berisi kode konfirmasi transaksi perbankan, menampilkan jendela phishing, dan juga dapat meniru tampilan perangkat lunak perbankan yang sah untuk mencuri data rahasia. Pengguna paling sering menemukan trojan dari sub kelompok Android.Banker.Mamont yang mencakup berbagai malware.

Doctor Web: ringkasan aktivitas virus pada triwulan pertama tahun 2026

Berdasarkan statistik deteksi antivirus Dr.Web, jumlah total ancaman yang terdeteksi menurun sebesar 6,77% pada triwulan pertama 2026 dibandingkan triwulan ke-4 tahun sebelumnya. Jumlah ancaman unik menurun sebesar 11,98%. Ancaman yang paling sering terdeteksi pada perangkat yang dilindungi adalah adware dan trojan iklan, program downloader berbahaya, dan backdoor.

Solusi Perlindungan PC Dr.Web Meraih Penghargaan SKD AWARDS

Solusi perlindungan komputer pribadi Dr.Web Security Space sekali lagi berhasil meraih penghargaan industri bergengsi, SKD AWARDS. Dr.Web Security Space dinobatkan sebagai yang terbaik dalam kategori "Antivirus untuk PC".

Ancaman terkini: arah perkembangan malware

Kemajuan pesat teknologi komputer sudah lama dianggap sebagai hal yang wajar: selama beberapa dekade kita sudah terbiasa dengan pertumbuhan eksponensial kinerja perangkat dan fungsionalitas program, serta munculnya layanan untuk setiap keperluan, dan sudah merangkul simbiosis digital yang membuat hidup kita lebih nyaman. Tetapi setiap hal memiliki sisi negatifnya, dan bidang keamanan informasi telah menunjukkan secara jelas bagaimana peluang baru dapat membawa ancaman baru. Hal ini selalu terjadi, dari munculnya Internet global hingga pengembangan metaverse virtual. Saat ini perhatian seluruh komunitas terfokus pada algoritma neural network dan model AI, dampak globalnya pada industri dan prinsip-prinsip keamanan informasi secara khusus. Media menggembar-gemborkan "pergeseran tektonik" dalam teknologi yang mengubah aturan main bagi semua pihak termasuk pengembang, perusahaan, pengguna, dan tentu saja penyerang. Neural network telah memperoleh sifat ganda dan dipandang secara sebagai obat mujarab dan "senjata pemusnah massal" digital pada saat yang sama. Seringkali wacana semacam itu membawa pesan berbahaya dan membuat pengguna rata-rata bisa mendapat kesan bahwa mereka tidak lagi memiliki kendali atas apa pun. AI akan melindunginya. Jika tidak, mustahil untuk bertahan melawan AI. DHari ini, kami mengusulkan untuk membahas ancaman paling mendesak dalam konteks "realitas baru" ini, dan juga mengeksplorasi apakah kita benar-benar berada di ambang paradigma baru di mana manusia tidak lagi memegang kendali.

Tentang Android, antivirus, dan hak akses root

Sebagian besar pembaca kami kemungkinan sudah mengetahui bahwa fondasi sistem operasi Android adalah kernel Linux monolitik yang dioptimalkan untuk bekerja pada perangkat seluler. Di dalam kernel ini diimplementasikan fungsi-fungsi dasar sistem operasi, seperti manajemen memori, pengelolaan proses, sumber daya perangkat keras, serta tentu saja aspek keamanan. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa Android hanyalah satu distribusi Linux lainnya. Arsitektur Android bersifat berlapis, dan selain kernel, mencakup berbagai komponen yang memungkinkan perangkat fisik berfungsi dengan baik, mengatur cara kerja aplikasi, serta pada akhirnya menentukan pengalaman pengguna. Namun demikian, justru dari kernel Linux inilah Android mewarisi salah satu mekanisme keamanan paling mendasar dari sistem berbasis Unix, yaitu mekanisme pengelolaan hak akses dan logika yang dikenal sebagai akses root (atau hak akses root). Dalam artikel ini, kami akan membahas hak akses root dalam konteks cara kerja program antivirus pada sistem operasi Android, serta meninjau berbagai kemungkinan dan risiko yang terkait dengannya.

Promo untuk Klien Bisnis dan Instansi Pemerintah: Migrasi ke Dr.Web dengan Diskon 50%

Doctor Web meluncurkan promo khusus untuk klien bisnis dan instansi pemerintah — diskon 50% untuk migrasi ke solusi Dr.Web dari antivirus vendor lain.

Trojan dari kelompok Android.Phantom memasuki smartphone bersama dengan games dan mod bajakan dari aplikasi populer dengan menggunakan machine learning dan siaran video untuk meningkatkan jumlah klik

Para ahli laboratorium antivirus Doctor Web telah mendeteksi dan mempelajari kelompok trojan baru dengan fungsi clicker. Ciri khas yang menyatukannya adalah sebagai berikut: trojan ini dikelola dari server hxxps[:]//dllpgd[.]click atau diunduh dari server itu dan mengikuti perintah darinya. Malware ini menyerang smartphone yang menggunakan OS Android.

Doctor Web: ringkasan aktivitas virus untuk perangkat mobile pada tahun 2025

Pada tahun 2025, pengguna perangkat Android paling sering menemukan trojan iklan, serta program palsu yang digunakan untuk tujuan penipuan. Perangkat lunak yang tidak diinginkan yang paling umum, sama seperti pada tahun sebelumnya, adalah aplikasi yang menawarkan tantangan mirip permainan untuk diselesaikan lalu menerima hadiah virtual. Aplikasinya menjanjikan opsi untuk menukar hadiah tersebut menjadi uang sungguhan, tetapi pada kenyataannya, program tersebut tidak memiliki opsi seperti itu.